Mencari Solusi Tanpa Basa Basi




“Kalau debat tuh, serunya kalau udah ada yang skak mat aja. Entar kan rame,”
 Berbicara mengenai debat tentu tak lepas dari kemampuan siswa dalam berpendapat ataupun menerima pendapat orang lain. Berbekal pengalaman sebelumya, siswa-siswa tersebut melatih kemampuan mereka dalam menyampaikan argumen dengan baik dan mencari fakta-fakta yang sesuai dengan tema debat.


Setelah melalui berbagai sesi debat, ketika acara Debat Forum. SMART Ekselensia Indonesia mengadakan acara Debate Contest 2015 seusai menyeleksi siswa-siswa kompeten dan mampu menyampaikan argumen mereka dengan baik. Acara ini berlangsung pada tanggal 23 Mei 2015 di teras Masjid Al-Insan seusai menunaikan salat Isya.

 Dari kelompok pertama terpilih 3 orang siswa dari kelas 3, yaitu Rizky Dwi Satrio, Muhammad Aziz Nur Hikmah, dan Muhammad Syahid Fathurrizqi. Kemudian, kelompok selanjutnya berasal dari kelas 4, Muhammad Wahyudin Nur, Arief Yoga Pratama, dan Choiri Abdillah.

 Tema debat pada acara Debate Contest 2015 adalah “Media Sosial sebagai Sumber Keburukan” dengan juri Ustaz Wildan dan Ustaz Aidil serta moderator yaitu Muhammad Iqbal Rifqi Ardianto dari kelas 5.  Debat pun ber-langsung seru untuk ditonton karena ini adalah puncak acara debat pada tahun ini.  Acara debat ini dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu sesi debat kelompok, argumen penonton, dan pendapat juri.

Setelah melewati sesi-sesi debat, dewan juri pun mengumumkan hasil penilaian, yaitu tim kontra dari kelas 3 keluar sebagai pemenang pada acara Debate Contest 2015 ini mengalahkan tim pro dari kelas 4. Kemudian, dewan juri pun menyampaikan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing peserta debat kali ini.